Jumat, 08 Mei 2009

Bercinta dengan Tante 44 Tahun

Beli satu dapet bonus, mungkin itu sitilah dari cerita seks berikut ini, cerita sex dengan seorang tante girang berusia diatas 40 tahun, dengans edikit rayuan dan sanjungan saja, si tante girang akhirnya luluh juga, dan bisa diajak having fun di hotel. Berikut cerita seks selengkapnya :

Baru dua hari yang lalu kejadiannya. Pas gw lg ke mayestik. Ceritanya gw sedang mampir di suatu toko bahan untuk beli bahan jas. Lima menit ngobrol sama penjualnya, datanglah mama cantik ini. Gw langsung bilang ke penjualnya (dah akrab).
"Bung, yang kaya gini kalo ditampar balesnya dua kali nih," kata gue. Bro penjual ini ketawa ngakak. Doi tau maksud gue rupanya.
Si mama cantik ini, sebut saja tante Tiana, nanya ke penjual yang lg asik ngobrol. Nanya bahan ini itulah. Bro penjual ini lalu mencari bahan yang diminta si tante ini. Peluang gue untuk buka obrolan.
"Bahan untuk apa, bu?" (sopan dong panggil Bu?). "Saya mau bikin baju untuk acara keluarga," jawab Tante ini sederhana. Entah karena sengaja or gmna, itu penjual rada lama baliknya.

Singkat cerita, gue akhirnya akrab sama mama cantik yang ternyata berusia 44 ini. Ya beneran, gw gak nyangka. Usia 44, tapi secara postur dan anatomi, terpelihara dan bikin mupeng sekali. Dalam hati gue, pasti orang kaya nih. But, who cares anyway.
Lalu kembalilah bro penjual ini dengan setumpuk bahan. Setelah milih-milih, gue juga ikut cerewet kasih penilaian ke mama cantik ini. Jadilah tante yang dah bikin mupeng gw ini ambil dua warna. Gw coba peruntungan, ajak doi makan ke tempat makan di melawai, Soto Irwan.

Selama perjalanan (motor gw tinggal di mayestik, kunci gw kasih ke bro penjual), pancingan gw dah kena sih sebenarnya. Hanya dengan memuji. "Saya tadinya gak percaya kamu umur 44. You look 30-something, really. I mean it,".
"Gak usah menghina. Memang gak keliatan kerutan2 di muka?,". Reflek, bro. Tangan gw megang pipinya, eh doi diam aja. Sumpah, smooth banget kulitnya. "Ah gak kok, masih halus. Tangan saya masih normal lo," gw bilang.
Pas makan nih, tangan dia ke paha gw. Wah pertanda, saudara2! Pas mau selesai makan, gw ajak dia check in.

"Kamu mau buka kamar gak sama saya?,".
"Kamu yakin? Nanti kecewa, kamu malah marah2,".
"Untuk apa marah, saya tahu apa yang saya liat sekarang ini tidak mengecewakan,".
"Hmmm...kita mau transit atau full?".
"We'll see ya, tapi kayanya sih all night," (sambil ketawa gw)
"Ya udah, di hotel mana?"
"Hotel Kaisar aja. Bagus kok,"
Akhirnya jadilah kita meluncur ke Hotel Kaisar. Tiana ini rupanya rada hot. Di mobil, doi buka jaket cardigannya. Uhuuuy pake tank-top biru!!! Tau gak apa yang perrtama gw perhatiin?
"Saya boleh liat ketek kamu gak?"
"Lho? Kok liat ketek sih? Gak jijik kamu". Sambil dia angkat tangannya, wah bener-benar dream come true, bro. Doi berbulu, gak lebat sih, tapi cukup jelas terlihat kalau itu tuh bulu ketek.
"Wah hebat. Aku suka ketek berbulu. kamu memang suka pelihara ya?
"Gak juga lah. Biasa aja. Kok suka sih?
"Ya suka aja. Beruntung deh kita. AKu bisa tahan lebih lama kalo liat bulu ketek".
Proses checking-in selesai, dapat kamar 418. Tiana naik duluan, gw call bro penjual bentar nih ceritanya. Gw terus nyusul. Hmm bro. bener2 deh. Gw gak bisa nilai dengan kata2 deh Tiana ini. Aura seksualnya nyata banget.
"Kita mandi yuk? Kan tadi berkeringat,".
"Aku dah siapin airnya di bath-tub. Gpp kan?,"
Sambil menunggu, gw bukain tuh busana Tiana. Aduuh bro, ampun deh. Tete' nya rada kendor memang, tapi gmna ya, legit gt. Habis2-an gw isep, jilat, and rada2 gw gigit.
"Iih iihh pelan-pelan laah. Kan sakit,". "O ya, sorry. Really, I cant stand to see nipples like yours here. Wangi kamu juga enak banget," Sluurp sluuurp jilatan nyasar ke ketek bro, bagian favorit gw.

"Ahhhh ahhhhhh hmmmmmhhhh. Geliiiiiiiii!!!!!". "Dont try to stop me. Aku suka nih ketek kamu. Bau nya enak banget. Jangan dicukur ya,". Sluurp sluuurp sluurrp sluuurrp lanjut di ketek, bro.
"Enak juga ya ketek dijilatin," kata Tiana. Yeee makanya jangan protes dulu, mama cantik.
Gw buka celana gw and dia liat itu penis. "Hah! Kok bisa panjang kaya gini? Disambung ya? Lucu. Muat gak nih ya?", kata si Tiana sambil ngocok2 itu barang. "hmmmoaah aaah aaahh hmmmmm. Aduh gede banget!!! Di mulut aja susah nih masuknya,". Gile bro!! Bener2 deh, expert banget!!! Ada deh 10 menit gw di BJ.
Masuk lah kita ke kamar mandi. Saling gosok, gw fokus ke me-q and tete'. "Kamu nungging deh, biar aku masukin sekarang,". "Iya, tapi pelan2, itu gede banget,". Akhirnya, masuklah itu barang!
"AAh aah hmmmmm Arrggghhhhhh. Tuh kan bener, kasih sabun dulu deh,". Well, cukup lima menit saja di bath-tub. Pemanasan, bro.
Di tempat tidur, itu me-q langsung gw bengkeng. Kaki Tiana gw taro di pundak gw. Barang itu masuk lagi!!
"uuh uuuh aaaah aaaah hmmmm mmmmmmm gede banget sih!! Ooouuwwwwwhhhh mmmmm mentok banget itu. Terus kaya gitu, hmmmmm mmmmm ouuuuwwwwhhhh ahhhhh aaahhhh hmmmmm ouwwwwwww,". Ganti posisi. Pantat bunder nan yummy itu gw miringin, hajar lagi. "Ouuuwwww aaaahhhhh hmmm ini lebih mentok lagi!!!! Ahhhhh ahhh hmmmmmm. Enak enak, terus kaya gitu, yang kenceng ya, yang kenceng ouuuuwwwwhhhhh hmmmm,"
Sambil menghajar, tete' tak lepas dari remasan2 gw dong, bro. Heeheee cap tangan gw jelas banget di tete' nya.
Gw cabut dulu penis gw, ksh dia napas. Doggy style alias nungging posisi kemudian.
"Ahhhh me-q kamu masih enak ya, rada sempit gt," gw bilang. "Aaahhhhh aah pelan2!!!! Ouuwwwwhhhh hmmm hmmm hmmm ahhhhhh ahhhhhh uuuuh tambah mentok!!! uuuuh uuuh oh boy aaaah ouwwwhhhhh,"

Nungging itu paling lama, sktr 20 menitan deh.
Nah, lucu nih pas mau keluar. "jangan ke muka ya, aku gak suka di tete' aja,". Gpp deh, hmmm akhirnya keluar tuh cairan hangat di tete' Tiana, sebagian gw muncratin ke ketek nya.
"Aduuh kamu gila ya, bener2 deh. Untung gak ke muka nih,". Abis gw lap penis gw, Tiana langsung BJ lagi. Hmmm mmmmm moooaaaahhh, enak?? hmmmm hmmmmmm aaah...
"Kamu juga hebat. How bout to stay all night here?,". "Ya, gak masalah,", sambil nerusin BJ-nya.

10 menit kemudian, beraksi lagi dong, bro. Sekarang di kursi. Tiana lsg nungging. "Aku suka posisi ini, sama kmu bisa mentok banget,". Tanpa banyak bicara. "Aaaah kebiasaan deeeh, pelan-pelan dong!! Ouuuuuuwwww ouuwwww hmmm aahhhh ahhhhh hmmmm mmmm enaaaaak!! Jilat dulu deh sini... mmmooooooaaahhh mmmmm mmmmmm mmmm hmmmm,". Luar biasa, ngilu2 enak, bro.
"hmmm aouuuwwwww ouwwwwwww aaarrrrgggghhhhhh masih lama ya keluarnya? Kakiku pegel nih... aaaaaaahhhhhh ahhhhhh hmmmmmm,".
Ganti posisi, Tiana duduk di sofa menjorok ke bibir sofanya. Gw berlutut. Hajar lagi. Kali ini tanpa komplain. "Aaaahhhh hmmmmmm hmmmm mmmmmm, ampun deh aku bisa pingsan nih nanti. Ouuuwwwwww hmmmm enak tapi hmmmmm mmmmm arrrrgghhhhh,".
15 menit kemudian, keluar lagi tuh cairan. Sesuai komitmen, gw gak muncratin ke muka (takut dia marah). "Aaaah kamu hebat, really. Aku bisa banyak terus keluarnya. Ahhhh,". Tiana spontan BJ lagi.
Cuci2 di kamar mandi, akhirnya tidur, bro. Tiana tidur di atas gw. Wah itu badan wangi bikin penis gw idle keras teruuus!! Tapi dia minta istirahat, takut pingsan katanya. Ya, karena gw dah enak, dia juga, gw hormati permintaannya.
Jelang subuh, hajar lagi, tapi gak lama karena harus pulang ke rumah masing2. No HP dah dapat, besok2-nya dah ada jatah tetap. Hmmm memang hanya perlu nekat sedikit untuk having sex dengan older woman. Soalnya, nafsu mereka ini lebih besar setelah umur di atas 35.

Wanita paruh baya memiliki hasrat seks yang tinggi, sedang banyak yang bilang puber kedua bagi laki-laki, sebelum masa menapouse wanita akans emakin besar hasrat seks nya, silahkan mencoba berpetualang seks dengan wanita dewasa atau tante-tante kesepian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ngeblog dapet duit lho sekarang....

klik disini untuk daftar dan buktikan....